ETIKA BEREMAIL: MEMBALAS EMAIL

ETIKA BEREMAIL: MEMBALAS EMAIL


Dalam membalas mal sebaiknya kita memperhatikan hal-hal berikut ini: 1. Hati-hati dengan pilihan REPLY ALL pastikan hanya orang yang benar-benar membutuhkan


Balasan yang mendapatkan email balasan anda 2 ruhat ketika membalas email dalam sebuah daftar distribusi tidak semua orang ingin


mendapatkan ucapan atau erima kasih.


3. Ubah Subjek email balasan jika anda menambah informasi pada sebuah email, mungkin eh berguna jika anda merubah subjek email, sesuai dengan isinya. akan


CEGAH PENYEBARAN VIRUS VIA EMAIL


Virus komputer berpindah dari satu komputer ke komputer lain dengan cara menumpang pada


program lainnya. Salah cara efektif yang dipakai oleh virus adalah dengan menumpang pada email.


Email ini nantinya bisa menyebar ke ratusan atau bahkan ribuan alamat email lain.


Email yang bervirus blasanya menyertakan sebuah file attachment yang akan menularkan virus ke


komputer lokal apabila si penerima email membuka file attachment tersebut. Cara pencegahan


penularan virus via file attachment masih tergolong mudah, yakni dengan cara memblokir file yang


berpotensi mengandung virus.


Selain melalui file attachment, teknik penyebaran virus via email bisa juga memanfaatkan


kemampuan pengiriman email dalam format HTML Format HTML dalam pengiriman email


memungkin seseorang mengirimkan gambar dan suara atau juga script lainnya. Kemampuan ini


lah yang sering di manfaatkan untuk menyisipkan script-script "jahat yang bisa berbahaya bagi


komputer kita. Untuk menanggulangi teknik ini adalah dengan cara mengkonversi format HTML email ke plain


text. Berikut caranya:


1. (Start)(All Programs) [Outlook Express). 2. Klik menu (Tools)]>[Options...].


3. Klik Tab [Read]


4. Cek pada Checkbox (Read all messages in plain text].


5. Klik (OK)


Saat ini Anda tidak akan menerima lagi e-mail dalam format HTML. Semua pesan akan dikonversi secara otomatis menjadi teks murni (plain text).


Selamat mencoba !


Salam, IT Support

LINK TEMAN

https://zyvnyra.blogspot.com/?m=1

https://bungadifna.blogspot.com/

https://zoeyyysierra.blogspot.com/?m=1

https://liquidzyntkts.blogspot.com/

https://ictmuchild23.blogspot.com/?m=1




Rudy Habibie seorang genius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat pesawat terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karier terbuka lebar untuknya.

Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.

Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.

Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas.


Pagi itu seperti pagi hari biasanya. Matahari terbit di timur menyinari pulau ini. Papua, pulau paling timur dari Indonesia, yang cahaya matahari selalu meneranginya terlebih dahulu. Namun, tidak bagi Mazmur, Thomas dan teman-temannya. Pagi itu mereka masih menunggu kedatangan cahaya itu, cahaya yang akan menerangi mereka dari gelapnya kebodohan, tetapi seperti hari-hari yang telah berlalu cahaya itu tak kunjung datang... GURU!

Mazmur setiap hari selalu menunggu kedatangan guru pengganti di sebuah lapangan terbang tua, satu-satunya penghubung kampung itu dari kehidupan di luar sana. Kampung mereka berada di daerah pegunungan tengah Papua, yakni daerah yang cukup sulit untuk dijangkau. Pagi itu ia memandang penuh harap ke langit, semoga hari itu ada pesawat yang datang dan membawa guru pengganti karena sudah 6 bulan tak ada guru yang mengajar. Setelah Mazmur melempar pandangannya kepada Bapak Yakob, seorang pria berumur yang masih menjaga tradisi, dan dari Bapak Yakob, Mazmur tahu guru tidak juga datang. Dia pun berlari ke sekolah dan memberi kabar kepada teman-temannya, Thomas, Yokim, Agnes dan Suryani yang dengan setia selalu menunggu kabar itu.

"Guru pengganti belum datang. Kita menyanyi saja," kembali kalimat itu yang keluar dari mulut Mazmur.

Karena guru tidak pernah datang akhirnya kelima anak ini mencari pelajaran di alam dan lingkungan sekitar. Lewat pendeta Samuel, ibu dokter Fatimah, Om Ucok dan Om Jolex mereka mendapatkan banyak pengetahuan. Namun, sebuah kejadian mengubah semua itu, Ayah Mazmur terbunuh oleh Joseph, ayah dari Agnes, dan paman dari Yokim dan Suryani.

Pertikaian antar kampung tak bisa dihindari. Kabar kematian Blasius ayah Mazmur sampai kepada Michael, adik dari Blasius yang sejak kecil diambil oleh mama Jawa yang tinggal dan belajar di Jakarta. Michael terpukul mendengar itu, lalu bersama Vina istrinya, dia memutuskan untuk kembali ke Papua dan mencoba menyelesaikan permasalahan ini. Namun tidak segampang yang dipikirkannya, karena adik bungsunya Alex menentang semua pemikiran modern dari Michael. Perang! Itu jalan satu-satunya bagi Alex untuk membalas kematian Blasius. Orang dewasa bisa saja bertikai, tetapi tidak bagi Mazmur, Thomas dan ketiga sahabatnya, walaupun kampung mereka bermusuhan, ayah Mazmur terbunuh oleh ayah Agnes, tetapi mereka tetap berkawan dan berusaha mendamaikan kedua kampung ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini